Selasa, 30 September 2014

Puisi Nada-Nada dari Hati



ADAKAH YANG MASIH PEDULI PADAKU
'''''''''''''''''''''



Adakah sebenarnya di Dunia ini yang mau mengasihaniku,,,,,,,?
Aku disini seorang diri...Bingung karna Cinta
Menopang Hati yang Hampir roboh karena Cinta.
Adakah Diantara Kalian yang peduli kepadaku,,,,,,?
Aku sungguh merasa seperti sendirian menghuni dunia ini.
Aku melihat kalian, tapi aku tak kalian gubris.
Mungkin jika aku mati, kalian tertawa melihatku.
Aku juga hidup seperti kalian, aku juga ingin menikmati kebahagiaan seperti kalian.
Selayaknya manusia..adakalanya aku merasa tak sanggup..
Ingin berontak, tapi tak sanggup.
Ingin menjauh, tapi tak sanggup.
Apalagi ingin membencinya..
Jika sampai saat ini aku tidak menemuinya, itu karena aku memaksakan raga...
Iya...hanya raga yang kupaksakan untuk tidak menemuinya.
Tapi hati ini, perasaan ini, Pikiran ini tidak mampu mengelak dari dirinya.
Sungguh aku menyanyanginya
Kalian tak bisa seperti aku, yang sungguh tak mampu melepaskannya dari pikiranku.
Aneh..Hati ini kecewa..tapi tak kuasa menahan Rindu padanya.
Hati ini ragu..tapi tetap ingin bersamanya.
Meski kecewa...meski kesal...tapi keduanya itu tak bisa menandingi Cinta dan Sayangku Padanya.

cerita anak

Serigala Yang Terlihat Baik dan Penggembala




Seekor serigala telah lama mengincar segerombolan domba, dimana gembala pemilik domba selalu menjaga domba-dombanya dengan sangat berhati-hati dan berusaha mencegah agar serigala tersebut tidak dapat memangsa dombanya. Tetapi sang Serigala terlihat tidak pernah mencoba untuk memangsa dombanya, malahan terlihat membantu sang Gembala menjaga dan menggembalakan domba. Pada akhirnya sang Gembala terbiasa melihat bagaimana sang Serigala menjaga dombanya sehingga sang Gembala lupa betapa jahatnya sang Serigala.
Suatu hari, sang Gembala bepergian cukup jauh dan mempercayakan domba-dombanya dibawah pengawasan sang Serigala saat berangkat. Tetapi betapa terkejutnya sang Gembala saat pulang dan melihat betapa banyak domba-dombanya hilang dan dimangsa oleh sang Serigala. Dia lalu menyesali kebodohannya mempercayai sang Serigala.
Pesan Moral: Serigala, tetaplah serigala. Penjahat, tetaplah penjahat. Janganlah mermpercayai penjahat.

pengarang : Aesop